Monday, 22 July 2013

Filosofi Air dalam Kehidupan





"DIA-lah (Allah) yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan), dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang2 ternak dan manusia yg banyak, dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran, maka kebanyakan manusia itu tidak mau ,kecuali mengingkari (nikmat)" Dan andaikata Kami menghendaki, benar-benar Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan, maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir,dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang benar, Dan Dialah (Allah) yg membiarkan dua laut mengalir berdampingan, yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit,dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yg menghalangi, Dan Dia(Allah) pula yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu punya keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan yg dari perkawinan; ipar,mertua dll) dan adalah Tuhanmu maha kuasa".
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak pula memberi mudharat kepada mereka, adalah orang-orang kafir itu penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya, Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.
 (Qs_AL-Furqaan: 48-56)
Apakah kamu tidak perhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warna-warninya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?, maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yg telah membatu hatinya untuk mengingat Allah, mereka itu dlm kesesatan yg nyata.
(Qs: az-zumar:21-22)
أنزل منالسمآءِمآءً فسالت أودية بقدرهافاتمل السيل زبدارابيا  وممايوقدون عليه في النارابتغآءحليةاومتع زبدمثله  كذ لك يضربالله الحق والبطل  فأماالزبدفيذهب جفآءً  وأماماينفعالناس فيمكت في الارض  كذلك يضربالله الامثال
“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, Maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.”
(Ar-Ra’d: 17)
وأنليس للإنسنإلاماسعى٠وأن سعيه سوف يرى٠ثم يجزه الجزآءالأوفى٠وأنإلى ربك المنتهى
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihat (kepadanya). Kemudian akan diberi Balasan kepadanya dengan Balasan yang paling sempurna, dan bahwasanya kepada Tuhamulah kesudahan (segala sesuatu),”
(An-Najm: 39-42)
Kehidupan sudah menjadi suatu topik yang melekat pada kita semua sebagai mahluk hidup. Didalam kehidupan banyak sekali mengenal elemen yang amat sangat berperan sebagai sumber kelangsungan hidup, salah satunya air. Air merupakan elemen terpenting dalam suatu tatanan kehidupan kita. Ketika kita mengenal suatu lingkungan hidup, banyak sekali penawaran-penawaran yang diberikan kepada kita tentang suatu pertanyaan apa, mengapa, siapa dan bagaimana cara kita memperlakukan lingkungan hidup yang sedang kita jalani tersebut. Dalam suatu lingkungan hidup, air merupakan salah satu sumber kehidupan, kemudian air juga memiliki peranan penting dalam suatu kelangsungan hidup.
Air sebagai kebutuhan yang pokok dan luar biasa pentingnya dalam kehidupan. hampir semua makhluk di muka bumi sangat membutuhkan air, dan tak terkecuali kita manusia. Kita semua sadar betul bahwa sangat besar artinya air dalam kehidupan kita, namun tak banyak dari kita mengambil pelajaran atas itu. 'Air' selain sebagai sumber kebutuhan pokok bagi kehidupan di muka bumi, air juga menjadi salah satu sumber lahirnya penemuan-penemuan penting dalam ilmu pengetahuan yang sangat besar manfaatnya bagi kebutuhan hidup umat manusia.
Hampir semua aspek dalam kehidupan ini membutuhkan air sebagai bahan bakunya apa yg kita makan/minum dihasilkan dari air, apa yang kita tempati seperti rumah/gedung/ gubuk sekalipun di bangun dengan air sebagai salah satu bahannya. Ketika kita diam sekalipun air yang ada di dalam tubuh kita terus menerus bekerja. Dan dengan air juga kita dapat membersihkan badan dan juga bersuci / mengambil air wudlu untuk menghadapkan diri kepada sang khaliq, bahkan banyak penemuan yang membuktikan bahwa air dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit dan menetralisir berbagai macam racun.
Air adalah 'makhluk' juga seperti kita (manusia) yang diciptakan oleh Allah SWT, Tuhan yang maha mencipta lagi maha memelihara, dan pada hakikatnya air juga sama saja seperti kita, yang sejatinya tidak diciptakan kecuali hanya untuk selalu mengabdi sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT yang tiada Tuhan melainkan DIA. Selayaknya dimanapun kita berada harus selalu dapat memberikan manfaat terhadap orang lain, lingkungan dan apa pun yang ada di sekitar kita, seperti air bila dia berada di mana pun maka selalu akan bermanfaat. Contohnya, air yang datang dari langit sebagai hujan yang memberikan banyak sekali manfaat bagi kehidupan di bumi. Begitu pula kita, ketika berada di atas dalam artian berkelebihan materi, ilmu,atau menjadi pemimpin maka kita pun harus lebih bermanfaat bagi banyak orang lain.
            Banyak yang berpendapat bahwa orang yang menggunakan filosofis air dalam hidupnya adalah orang yang pasrah dengan keadaannya, dengan hanya melihat beberapa sifat air. Sepertinya pikiran seperti itu harus di kaji ulang kembali. Pasalnya, nilai dari sebuah filosofi kehidupan tidak bisa dipandang dari satu sisi saja, dari satu orang saja dan dari pikiran kita saja, karena hal itu kembali kepada pribadi masing-masing bagaimana dia bisa menjadikan sebuah filosofi hidupnya itu mampu berguna buat dirinya dan juga orang lain, seperti air.
            Kadang orang berpendapat jika kita mengambil filosofis air kita berarti kita tidak akan maju dan cenderung pasrah saja, karena sifat air yang mengalir ke tempat lebih rendah, selalu mengikuti tempatnya, kalau masuk ke got ya jadi kotor, kalau masuk ke sungai yang tercemar ya jadi ikut-ikutan tercemar, itu memang sifatnya air dan kalau secara kaca mata kuda itu bisa kita pandang sebagai suatu sifat yang tidak konsisten, plin-plan, dan lain-lain.
            Namun pernahkah kita melihat juga banyak sekali nilai positif dari air jika kita tidak berpikiran “jelek” terhadap sifat-sifat air. Pernahkah kita berpikir bahwa air bisa memberi manfaat kepada banyak orang tanpa pandang bulu. Tidak kaku seperti kayu, tetapi luwes mengikuti arah tujuan. Memiliki tujuan yang pasti, yaitu laut. Dari manapun datangnya air akhirnya ujung-ujungnya kelaut. Meskipun terhambat oleh bebatuan, pepohonan, tanah ataupun halangan lain, air tetap akan mencoba mengalir, menembus tanah untuk meneruskan perjalanannya menuju laut. Air tidak pernah mogok kerja karena harus terbentur banyak masalah. Ia tetap akan terus mencoba mencari jalan meskipun berliku-liku untuk mengejar tujuannya.
Jika kita cermati lebih dalam, ternyata agar kita sukses kita juga bisa meniru filosofi air. Lihatlah tetesan air di atas batu karang. Menetes satu persatu di batu karang. Dan makin lama, batu karang yang terkenal kuat akhirnya bisa terkikis oleh air yang sangat lembut. Disini kita bisa mengambil banyak pelajaran penting dari kejadian ini dan sifat-sifat positif dari air, misalnya :
1. Fokus
Tetesan air yang tertuju disatu titik, akan lebih cepat mengikis batu karang dibandingkan tetesan yang berpindah-pindah tempat. Begitu pula kita yang ingin sukses dalam kehidupan ini. Ingatlah untuk selalu fokus di satu tujuan, sehingga seberapa susahnya tujuan yang ingin kita raih, akhirnya dengan fokus, kita bisa menggapainya.
2. Ulet dan Pantang Menyerah
Jika kita amati kembali, selain fokus, air juga menetes terus menerus tanpa mengenal lelah. Jika ia hanya menetes sekali dua kali, akan sangat tidak mungkin dapat membuat batu karang itu terkikis. Air harus selalu menetes terus menerus tanpa berhenti. Disini ada pelajaran penting, yaitu seberapapun besar masalah yang kita hadapi, jika kita bisa fokus dan ulet untuk mengupasnya, niscaya akan terpecahkan juga masalah tersebut. Kita sering bertemu dengan orang yang ingin bisa dalam hal tertentu. Mereka mencoba belajar, tetapi setelah bertemu masalah mereka menyerah. Jika mereka mencoba belajar sampai ke 99 kali dan akhirnya menyerah, maka mereka tidak akan dapat mempelajari ilmu itu. Padahal jika sekali lagi ia belajar, barangkali di usaha yang ke 100 kali itulah permasalahan yang dihadapi akan terpecahkan. Jadi janganlah pernah menyerah untuk memecahkan.
3. Tenang dan Lembut
Air dapat mematikan api dan membersihkan kotoran jadilah air yang selalu tenang sehingga dapat memadamkan api orang lain yang sedang membara atau membersihkan segala kotoran dari orang lain. Bahkan air dapat menghancurkan besi menjadi abu janganlah melawan orang yang keras bagai besi dengan besi. Berilah air, lawanlah dengan air. Lawan dengan segala kelembutan air sehingga mampu menghilangkan kekerasan dari sang besi.
4. Konsisten
Dimana pun berada, air akan mengalir ke laut. Air memiliki sifat yang konsisten dengan tujuannya. Fokus akan tujuannya dan air akan selalu berusaha untuk mencapai tujuannya apapun yang terjadi. Janganlah menjalani hidup tanpa tujuan. Janganlah menjadi air yang diam, karena air yang diam hanya memberikan suatu keburukan. Demi mencapai tujuannya, air selalu menempuh jalan lain saat dia mendapati halangan, saat dia merasa akan dikalahkan, maka air akan mencari jalan lain untuk mencapai tujuannya. Jika tidak bisa mencapai tujuan, teruslah berpikir positif, cari jalan lain untuk meraihnya, tentunya dengan cara yang benar. Di saat air melewati tanah untuk menuju laut pun dia memberikan kehidupan pada tanaman, hewan, dan bahkan manusia. Saat kalah pun air akan menguap dan nantinya kembali menjadi air untuk menuju laut.
5. Adaptif dan Fleksibel
Di saat air berada dalam gelas, dia jadi gelas. Di saat ada di botol, dia jadi botol. Jadilah air yang fleksibel dengan lingkungan. janganlah berpendapat bahwa fleksibel itu tidak memiliki pendirian. Air seperti itu pun memiliki tujuan. Bayangkan jika kita tiap kali minum harus lewat sungai, air mengikuti bentuk wadahnya untuk membantu kita memenuhi kebutuhan.


Kesimpulan
Kita sebagai manusia hendaknya bisa mencontoh sifat-sifat dari air yang selalu memberikan keuntungan. Janganlah menjadi air yang diam karena akan menjadi sumber penyakit. Jangan pula menjadi air yang mudah marah, mengalir sembarangan tidak pada waktunya karena hanya akan menjadi banjir dan merugikan yang lain.
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari beberapa sifat air ini karena itu merupakan yang baik bagi kita, hidup bagai air yang selalu memberikan kehidupan dengan kelembutannya.
Sesungguhnya apapun yang ada di alam semesta selagi kita mau merenunginya dan mentafakurinya, maka akan sangat banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat menambah keimanan serta rasa syukur kita atas segala karunia yang Allah SWT. berikan. 


Referensi

Permana, Rama.2009. Hidup Dengan Filosofi Air: Cimahi.

Sharlen. 2009. Filosofi Hidup Mengalir Seperti Air: Banjarbaru.
www.google.com/Air dan Sebagian Nilai Filosofisnya Dalam Kehidupan
www.google.com/filosofi air dalam kehidupan

3 comments: